blckpress.org – Pernahkah Anda memesan “chips” di London dengan harapan mendapatkan keripik kentang renyah dalam kemasan plastik, tapi malah disuguhi kentang goreng tebal yang hangat? Atau mungkin Anda pernah memuji “pants” teman Anda di Inggris, dan mereka tersipu malu karena mengira Anda sedang membicarakan celana dalam mereka, padahal maksud Anda adalah celana panjang? Awkward, bukan?
Selamat datang di dunia British vs American English, dua dialek raksasa yang sering kali membuat pelajar bahasa Inggris garuk-garuk kepala. Meskipun keduanya berakar dari bahasa yang sama, samudera Atlantik dan sejarah berabad-abad telah menciptakan jurang perbedaan yang menarik. Sering kali, kita terjebak di tengah-tengah: bingung apakah harus menulis “colour” atau “color”, “centre” atau “center”.
When you think about it, perbedaannya lebih dari sekadar cara mengucapkan mantera di film Harry Potter. Ini adalah tentang sejarah, efisiensi, dan identitas budaya. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami seluk-beluk British vs American English agar Anda bisa terdengar lebih natural, entah itu saat nongkrong di kafe New York atau saat afternoon tea di London.
1. Perang Aksen: Misteri Huruf ‘R’ (Rhoticity)
Perbedaan paling mencolok yang langsung tertangkap telinga adalah aksen. Pernah memperhatikan bagaimana orang Amerika mengucapkan kata “car” atau “park” dengan bunyi ‘r’ yang bulat dan jelas? Sementara orang Inggris cenderung menghilangkan bunyi ‘r’ tersebut jika berada di akhir kata, membuatnya terdengar seperti “cah” atau “pahk”.
Fakta Linguistik: Fenomena ini disebut rhoticity. Bahasa Inggris Amerika umumnya bersifat rhotic (mengucapkan huruf ‘r’), sedangkan Bahasa Inggris British standar (Received Pronunciation) bersifat non-rhotic. Insight: Imagine you’re memesan air. Di Amerika, Anda akan mendengar “wah-der” (huruf ‘t’ sering terdengar seperti ‘d’ cepat), sedangkan di Inggris, Anda akan mendengar “wah-tuh” dengan hentakan glottal stop yang khas. Memahami nuansa ini sangat membantu kemampuan listening Anda saat menonton film tanpa subtitle.
2. Revolusi Ejaan: Mengapa Amerika Membenci Huruf ‘U’?
Jika Anda merasa ejaan Amerika lebih sederhana, Anda harus berterima kasih pada Noah Webster. Pada awal abad ke-19, leksikografer Amerika ini ingin menciptakan identitas bahasa yang terpisah dari Inggris. Ia merasa ejaan Inggris terlalu rumit dan boros huruf.
Cerita: Webster menghapus huruf ‘u’ dari kata-kata seperti colour (menjadi color), flavour (menjadi flavor), dan honour (menjadi honor). Ia juga membalik akhiran -re menjadi -er (seperti centre menjadi center, theatre menjadi theater). Tips: Bagi Anda yang sedang menulis esai akademik atau dokumen bisnis, kuncinya adalah konsistensi. Jangan mencampuradukkan colour (British) dengan organize (American—meskipun Inggris juga mulai menerima akhiran -ize, tapi -ise seperti organise masih lebih umum). Pilih satu kiblat dan setialah padanya.
3. Jebakan Kosakata Kuliner: Chips, Fries, dan Biscuit
Di sinilah kesalahpahaman paling sering (dan paling lezat) terjadi. Perbedaan kosakata dalam British vs American English bisa membuat Anda memesan makanan yang salah total.
-
Chips vs Fries: Di Inggris, chips adalah kentang goreng tebal (seperti fish and chips). Keripik kentang tipis disebut crisps. Di Amerika, chips adalah keripik kentang, dan kentang goreng disebut french fries.
-
Biscuit vs Cookie: Di Amerika, biscuit adalah roti gurih yang mirip scone Inggris. Di Inggris, biscuit adalah kue kering manis yang di Amerika disebut cookie.
-
Jelly vs Jam: Hati-hati memesan jelly di Inggris, karena itu berarti agar-agar gelatin. Selai buah di Inggris disebut jam, sama seperti di Amerika, tapi jelly di Amerika adalah selai buah tanpa ampas.
4. Dunia Transportasi: Lift, Lorry, dan Bonnet
Saat bepergian, perbedaan kosakata ini bisa menjadi masalah navigasi. Jika Anda mencari “elevator” di gedung tua London, orang mungkin menatap Anda sejenak sebelum menunjuk ke arah “lift”.
Data: Kosakata transportasi sangat berbeda karena perkembangan teknologi otomotif terjadi saat kedua negara sudah mulai terpisah secara budaya.
-
Truk: Lorry (UK) vs Truck (US).
-
Bagasi Mobil: Boot (UK) vs Trunk (US).
-
Kap Mesin: Bonnet (UK) vs Hood (US).
-
Trotoar: Pavement (UK) vs Sidewalk (US). Insight: Mengetahui istilah pavement sangat penting di Inggris, karena di Amerika pavement merujuk pada permukaan jalan aspal itu sendiri, bukan tempat pejalan kaki.
5. Tata Bahasa: Present Perfect vs Past Simple
Meskipun tata bahasanya 99% sama, ada nuansa halus yang membedakan penutur asli kedua negara. Salah satunya adalah penggunaan Present Perfect Tense untuk kejadian yang baru saja terjadi.
Penjelasan: Orang Inggris cenderung menggunakan Present Perfect untuk tindakan yang baru selesai. Contoh: “I have lost my key” atau “I have just eaten”. Sebaliknya, orang Amerika sering kali lebih santai dan menggunakan Past Simple: “I lost my key” atau “I just ate”. Tips: Keduanya benar secara gramatikal dalam komunikasi sehari-hari. Namun, dalam ujian kemahiran bahasa seperti IELTS (yang berbasis British) atau TOEFL (yang berbasis American), sebaiknya ikuti standar masing-masing tes tersebut.
6. Preposisi: Hal Kecil yang Membuat Beda
Sering kali, “rasa” bahasa itu ditentukan oleh kata-kata kecil seperti preposisi. Perbedaan ini tidak akan membuat orang salah paham, tapi akan langsung menandakan dari mana asal bahasa Inggris yang Anda pelajari.
-
Waktu: Orang Inggris akan bilang “At the weekend”, sedangkan orang Amerika bilang “On the weekend”.
-
Tim Olahraga: Orang Inggris bilang “play in a team”, orang Amerika bilang “play on a team”.
-
Jalan: Tinggal “in a street” (UK) vs tinggal “on a street” (US).
Kesimpulan
Pada akhirnya, perdebatan British vs American English bukanlah soal mana yang “benar” atau “salah”. Keduanya adalah variasi standar yang diterima secara global. Pilihan Anda sebaiknya didasarkan pada tujuan Anda: apakah Anda menargetkan universitas di London atau karier di Silicon Valley?
Yang paling penting adalah konsistensi. Jangan menjadi “transatlantik” yang membingungkan dengan menulis “color” (US) tapi menggunakan “at the weekend” (UK) dalam satu kalimat. Jadi, setelah membaca ini, kubu mana yang akan Anda pilih? Tim Harry Potter atau tim Avengers?